jump to navigation

DUKUNG RUU PORNOGRAFI 26 September, 2008

Posted by jaringmalam in Gaya Hidup.
trackback

Yukdugem.com, Pro Kontra terjadi, Fraksi PDIP dan Fraksi PDS, meminta RUU ini dihentikan pembuatannya, apa yang terjadi sebenarnya mengenai RUU ini? Masyarakat Adat Bali, Yogya, Papua dan Sulewesi Utara menolak? Indonesia pecah, isu disintegrasi ditiupkan oleh mereka yang menolak.

Apa Itu RUU Pornografi

Rancangan Undang-Undang Pornografi (sebelumnya bernama Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, disingkat RUU APP) Pembahasan akan RUU APP ini sudah dimulai sejak tahun 1997 di DPR. Dalam perjalanannya draf RUU APP pertama kali diajukan pada 14 Februari 2006 dan berisi 11 bab dan 93 pasal. Pada draf kedua, beberapa pasal yang kontroversial dihapus sehingga tersisa 82 pasal dan 8 bab.

Definisi Pornografi Menurut RUU Pornografi

Pada RUU Pornografi, defisini pornografi disebutkan dalam pasal 1: “Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.” Definisi ini menggabungkan pornografi dan pornoaksi pada RUU APP, dengan memasukkan definisi “gerak tubuh”.

Menyudutkan perempuan

RUU dipandang menganggap bahwa kerusakan moral bangsa disebabkan karena kaum perempuan tidak bertingkah laku sopan dan tidak menutup rapat-rapat seluruh tubuhnya dari pandangan kaum laki-laki. Pemahaman ini menempatkan perempuan sebagai pihak yang bersalah. Perempuan juga dianggap bertanggungjawab terhadap kejahatan seksual.

Menurut logika patriarkis di dalam RUU ini, seksualitas dan tubuh penyebab pornografi dan pornoaksi merupakan seksualitas dan tubuh perempuan. Bahwa dengan membatasi seksualitas dan tubuh perempuan maka akhlak mulia, kepribadian luhur, kelestarian tatanan hidup masyarakat tidak akan terancam. Seksualitas dan tubuh perempuan dianggap kotor dan merusak moral.

Sedangkan bagi pendukungnya, undang-undang ini dianggap sebagai tindakan preventif yang tidak berbeda dengan undang-undang yang berlaku umum di masyarakat.

Menyudutkan Wanita

RUU dipandang menganggap bahwa kerusakan moral bangsa disebabkan karena kaum perempuan tidak bertingkah laku sopan dan tidak menutup rapat-rapat seluruh tubuhnya dari pandangan kaum laki-laki. Pemahaman ini menempatkan perempuan sebagai pihak yang bersalah. Perempuan juga dianggap bertanggungjawab terhadap kejahatan seksual.

Menurut logika patriarkis di dalam RUU ini, seksualitas dan tubuh penyebab pornografi dan pornoaksi merupakan seksualitas dan tubuh perempuan. Bahwa dengan membatasi seksualitas dan tubuh perempuan maka akhlak mulia, kepribadian luhur, kelestarian tatanan hidup masyarakat tidak akan terancam. Seksualitas dan tubuh perempuan dianggap kotor dan merusak moral.

Sedangkan bagi pendukungnya, undang-undang ini dianggap sebagai tindakan preventif yang tidak berbeda dengan undang-undang yang berlaku umum di masyarakat. (sumber :wkipedia.org)

Wanita Dijadikan Objek

Sebuah Argumen dan pembelaan yang mengada-ada dari para penolak RUU Pornografi, bisnis pornografi ternyata mempunyai pendapatan melebihi 8 perusahaan multinasional, seperti mikrosoft.

Wanita secara fisik dan psikologis secara umum memang lebih rentan dan lemah dibanding pria, pernyataan persamaan hak dan kewajiban, dan bahwa lelaki dan perempuan adalah setara, merupakan penentangan dari kodrat alamiah.

Kesimpulan

Para menolak RUU Pornografi adalah orang-orang ngeress…

Comments»

1. royanton - 10 October, 2008

Mungkin suatu hari rieke dyah pitaloka, dewi persik..bisa bisa aja nari dan nyanyi sambil bugil dilapangan parkir. boleh aja kan kalau RUU Pornografi tidak jadi diresmikan. tobat…tobat…

2. mamah - 17 October, 2008

Duh Gusti allah… mau serusak apa sih bangsa ini kalau RUU yang akan menyelamatkan anak-anak dan remaja bangsa ini malah rame-rame ditolah… prihatin !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: