jump to navigation

KUNANG-KUNANG DITENGAH LAUT 13 October, 2008

Posted by jaringmalam in Jejak Petualangan Seks.
trackback

 

Yukdugem.com, kerlap kerlip lampu petromak dengan jenis badai menyalah, seperti kunang-kunang diatas laut yang membiru, siapa sangka bisnis pelacuran merambah di tengah laut. Para ABK (anak buah kapal) yang tidak dapat turun karena mendapat perintah sang kapten kapal untuk menjaga kapal tidak luput dari para mucikari untuk dapat menawarkan barang jajanannya.

Dengan mengaku bernama lintang sari dan mengaku baru berusia 23 tahun, sangat meleset jauh dari dugaan karena bila melihat fisik dan wajahnya wanita ini sudah pantas berusia 34 tahun, apa karena angin malam di tengah laut yang merubah bentuk dan penampilan fisiknya?, “bisnis ini sangat menguntungkan, kadang mereka (baca:ABK) membawa dolar atau ringgit untuk membayar kami”.

Apapun itu semua bisnis yang sudah ditekuni oleh lintang sari ternyata bukan bisnis baru, bisnis ini sudah ada sekitar 600 tahun lalu bahkan bisa lebih, ketika bangsa-bangsa di eropa menjelajahi dunia baru untuk disinggahi, perjalanan yang berbulan-bulan terapung ditengah badai membuat para pelaut tidak dapat memenuhi hasratnya, pelampiasan dilakukan oleh mereka ketika menemukan daratan, dengan penduduk asli sebagai korbannya.

Harga permalam untuk perempuan seperti lintang  dibandrol dengan harga 800 ribu rupiah, harga masih dapat dinegosiasikan, hitungan satu malam adalah sampai dengan pukul 5 pagi, dan dapat digunakan oleh lebih dari 4 orang, jadi para ABK tidak terlalu merogoh kocek dengan sangat dalam, hanya bermodal 200 ribu perorang apabila mereka berempat.

Ini belum seberapa para mucikari juga menyediakan jasa striptis dan minuman keras seperti jack daniel, martini ataupun chivas. Bahkan kalau awak ABK mempunyai orientasi seks sejenis, lelaki penghiburpun siap disajikan oleh mucikari untuk memenuhi syahwat pelanggannya dengan harga penawaran pertama 1 juta dan itupun hanya untuk 3 orang yang menggunakan jasa PSK gay, tidak boleh lebih, kecuali dilakukan suka sama suka.

Bagaimana dengan orgy party diatas kapal kargo?(Baca: Kunang-kunang di tengah laut, bagian 2)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: