jump to navigation

RADIT DAN JANI 13 October, 2008

Posted by jaringmalam in Tragedi Cinta.
trackback

 

Yukdugem.com, banyak kisah diantara mereka, radit seorang pemakai narkoba didalam mencari sebuah idealisme, sedang jani wanita yang dipacarinya, anak seorang kaya yang rela hidup bersama dengan pangeran hatinya, dengan harapan esok akan lebih baik. Makna tersembunyi dalam tragedi keseharian mereka.

Ketidakberdayaan mereka atas harta diuji dengan cinta, jani bahkan pernah disuatu waktu untuk merelakan dirinya ditiduri oleh bandar narkoba karena ketergantungan radit atas narkoba. Cerita berakhir cukup tragis, tidak seperti film india atau sinetron, kebahagiaan tidak kunjung hadir pada cerita mereka, ditengah keterjepitan faktor ekonomi, radit menyerah mempertahankan jani, yang pada saat itu sedang mengandung dan sakit, jani dipulangkan kepada orang tuanya.

Diakhir cerita radit menghampiri jani yang kala itu sedang bermain ditaman bersama hasil cintanya, seorang putri bernama kirana, sebuah nama yang diharapkan radit, anaknya yang sedang bermain dengan suaminya (bukan radit), diakhir cerita jani bertanya kepada radit,”kenapa engkau meninggalkan aku radit!, dasar bodoh (bodoh disini adalah ungkapan sayang jani terhadap radit).

Dizaman yang serba materialis saat ini, cinta mengkin untuk sebagian besar tidak bisa berdiri sendiri dengan agungnya kecuali ditemani harta, dalam ketermenungan menatap jendela luar bus yang menghantarkan menuju mencari nafkah (sudirman), gedung-gedung pencakar langit berbaris seakan mengucap, “saat ini cinta tidak mulia”.

Andai seluruh manusia seperti jani, dimana dalam kesulitan ekonomi yang begitu parah sekalipun sesungguhnya kenyamanan akan hangat terasa ketika sang terkasih berada dalam dekapan memberi harap,”esok akan lebih baik”. Dunia ini tentu tidak dicipta dalam hitungan jari, dunia ini memiliki banyak kisah tragis, kisah romantis hingga kisah melankolis.

Setiap orang mendefinisikan kata cinta dengan ungkap yang berbeda dari memberikan bunga sampai dengan mobil atau perhiasan, bagaimana dapat makna menjadi dalam ketika butiran-butiran pasir tenggelam dalam muara cinta pada setiap detiknya.

Kepicikan dan kebodohan kitalah sesungguhnya ketika berlian terasah dan terkikis hanya karena kumpalan debu dipinggir jalan, hidup tentu hanya sekali, dimana akan dilabuhkan cinta bila hati penuh ambisi dan iri dengki, bersama cinta sesungguhnya kebahagiaan dapat terkaih.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: