jump to navigation

Cegah Aids Dengan Sunat 3 December, 2008

Posted by jaringmalam in Penyakit Kelamin.
trackback

yukdugem.com, Sunat atau circumcision dalam bahasa inggris adalah memotong beberapa atau semua dari kulup (kulup) dari penis. Kata “sunat” berasal dari Latin Sirkum (berarti “sekitar”) dan cædere (berarti “untuk memotong”).

sunatSejarah

Awal depictions penyunatan gambarnya ditemukan di dalam gua-gua kuno  dan kuburan Mesir Kuno, meskipun beberapa gambar masih dalam perdebatan mengenai arti terhadap interpretasi gambar. Laki-laki sunat dianggap sebagai perintah dari Allah dalam Yudaisme. Dalam Islam, meskipun tidak dibahas dalam Alquran, sunat secara luas dipraktekkan dan paling sering dianggap sebagai Sunnah. Hal ini juga adat di beberapa gereja Kristen di Afrika, termasuk beberapa Gereja Ortodoks Oriental.

sunat2Penelitian

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perkiraan global bahwa 30% laki-laki yang disunat, yang di antaranya 68% adalah Muslim.  The prevalensi sunat bervariasi kebanyakan berafiliasi dengan agama, dan kadang-kadang budaya. 

Menurut UNDP sunat yang terbaik dilakukan selama masa bayi, tetapi sunat yang dilakukan pada saat bayi akan bertentangan dan melanggar hak asasi manusia. lelaki yang tidak melakukan sunat akan mempengaruhi kinerja seksual dan kenikmatan, dapat meningkatkan risiko infeksi tertentu.

sunat1American Medical Association pada tahun 1999 menyatakan: “Berdasarkan dari masyarakat dan organisasi medis tidak merekomendasikan sunat dilakukan pada saat bayi, dan mendukung penyediaan informasi yang akurat dan tanpa prasangka kepada orang tua untuk memberitahukan pilihannya.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO; 2007), dengan Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV / AIDS (UNAIDS; 2007), dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC; 2008) menyatakan bahwa bukti menunjukkan laki-laki sunat secara signifikan mengurangi risiko HIV akuisisi oleh laki-laki selama penile-seks vaginal, tetapi juga menyatakan bahwa sunat hanya sebagian dari upaya memberikan perlindungan dalam mencegah penularan HIV.

Human immunodeficiency virus (HIV)

stop1Masih menjadi perdebatan didunia kedokteran mengenai teori sunat yang dapat menurunkan resiko dari seorang Pengidap HIV. Sejak pertama kali ide mooted, lebih dari 40 studi epidemiologi telah dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara sunat dan HIV infeksi. Review peneliti ini telah mencapai kesimpulan yang berbeda mengenai apakah sunat dapat digunakan sebagai metode pencegahan terhadap HIV.

Sebagai hasil penelitian yang dilakukan di benua afrika dengan sample beberapa negara, WHO dan Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV / AIDS (UNAIDS) menyatakan bahwa :

1. laki-laki yang di sunat merupakan intervensi ampuh untuk pencegahan HIV tetapi harus dilakukan dengan baik dan profesional medis terlatih dalam kondisi informed consent ( izin dari orang tua untuk bayi mereka anak laki-laki).

2. WHO dan CDC menyatakan bahwa sunat mungkin tidak mengurangi penularan HIV dari laki-laki untuk perempuan, dengan fakta bila hubungan sex dilakukan dengan anal seks dengan pasangan perempuan. 

stopWHO / UNAIDS merekomendasikan juga mencatat bahwa sunat hanya sebagian dari memberikan perlindungan terhadap pencegahan HIV. 

–Safety Sex, Free sex no way–

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: