jump to navigation

Penghambat HIV/AIDS selain ARV 23 February, 2009

Posted by jaringmalam in Uncategorized.
trackback

yukdugem.com, apa itu HIV/AIDS dapat dicari tahu di bang google, disini hanya akan dituliskan mengenai HIV/AIDS dari sudut pandang humanis. siapa yang harus dipersalahkan? pertanyaan itu akan muncul selalu muncul, ketika manusia mengalami kesulitan atau kepayahan yang sangat. penyakit yang tidak memiliki sudut asal muasal, menurut para agamais, itu adalah kesalahan manusianya, karena tidak menggandeng keimanan dalam kehidupan sehari-harinya.

Psikologis

Sebuah kondisi kejiwaan manusia, psikologis mempunyai peran penting dalam berfikir positif, bagi pasien therapy imun (Pengidap HIV/AIDS), ARV bukanlah merupakan obat penghambat satu-satunya, seperti teman saya yang sudah 2 bulan ini tidak meminum ARV (banyaknya efek samping pada obat ini), resep dokter dicampakan, antri di rumah sakit dharmais sudah tidak dilakukan lagi, pasien therapy imun yang terbukti positif pada bulan november 2008 ini jauh lebih sehat, berat badan yang turun dari 55 kg sampai 39 k g saja, saat ini sudah bertambah menjadi 48 kg (ketika keluar dari rumah sakit 41 kg), rutinitasnya  hanya memakan telor sebanyak 3 butir dan susu sebanyak 3 gelas setiap harinya.

Seseorang yang begitu perkasa dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, tiba-tiba mengalami kemerosotan, vonis dokter yang menyatakan positif HIV membuatnya kalap dalam berfikir, butuh kegigihan untuk dapat meyakinkan dan membangkitkan dirinya bahwa hidup masih panjang, artikel-artikel yang menyatakan bahwa pasien therapy imun tidak akan memiliki hidup lebih lama (sekitar 2-3 tahun) harus dihapuskan dari internet atau media lainnya.

Tidak sedikit artikel yang menyatakan telah sembuh dari HIV/AIDS, walaupun menurut dunia kedokteran penyakit ini belum ada obatnya, tetapi sebagai orang yang beragama tentu kita harus percaya bahwa Tuhan ada, dan Tuhan akan memberikan keajaiban bagi yang mempercayainya, pengobatan psikologis dan agamis tentu tidak dapat dipandang setengah mata, bila hidup selalu mempunyai sebab akibat tentu pemahaman kita terhadap agama harus disingkirkan. sebab akibat logis tidak akan ditemukan pada agama-agama yang mempunyai Tuhan (karena Tuhan gaib).

OHIDA

Tentu tidak ada orang yang dapat bangkit dengan sendirinya dari keterpurukan, apalagi yang diserang psikologis, rangkulan dan dukungan dibutuhkan ODHA untuk dapat menatap masa depan , ari bersama-sama bergandengan tangan dan katakan “BERHENTILAH dalam mengHUJAT dan MEMBUNUH karakter pasien Therapy imun”,

Maafku

Dipersembahkan untuk teman terdekatku Imponk, Toni, komenk dan teman-temanku lainnya yang aku tidak sempat menemaninya dalam sakit karena rasa takut tuk’ tertular (karena kebodohanku), kali ini aku tidak akan diam, semoga cepat sembuh temanku yang lainnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: