jump to navigation

Surat dari Pasien Therapy Imun (3) 28 February, 2009

Posted by jaringmalam in Uncategorized.
trackback

Untuk Sahabatku yang telah tiada 3 Tahun lalu.

yukdugem.com,jakarta. saya coba tuliskan sepenggal kisah, dimana sebuah romantika dalam persahabatan begitu kental dan tiada batasannya. sudah lebih dari 25 tahun kita bersama, saat kita bersama menghembuskan nafas pertama kita didunia, tinggal berdekatan hanya dipisahkan oleh 3 (tiga) rumah saja. kenangan masa kecil dan masa-masa remaja kadang terselip dibalik ingatanku, ketika kutatap gang rumah kita, dimana kita biasa bercerita dan bercanda. seorang sahabat yang ternyata begitu dekat setelah engkau tiada, aku masih ingat tawa dan amarahmu sobat.

Dihari dimana engkau disemayamkan, aku turut mengantarmu kawanku ketempat terakhirmu. sebuah kisah yang hingga saat ini menghiasi bayang-bayang hidupku, melihat kedua orang tuamu aku tiada sanggup, bagaimana mungkin aku dapat melihat mereka, ketika harap yang tinggi dilimpahkan padamu sobat engkau lantas pergi tuk’ selamanya.

Sebulan sebelum engkau meninggalkan aku engkau mengeluh dengan sakit diperutmu, buang-buang air (mencret dengan kotoran berwarna hitam) saat itu engkau masih gagah mengendarai sepeda motormu sobat. walaupun tubuhmu terlihat jauh menyusut, kemana bentuk tubuhmu yang ateletis itu sobat, bukankan sudah 4 tahun ini engkau aktif berolahraga (fitnes). maafkan aku sobat ketika itu aku tidak mengatakan padamu mengenai derita yang kau alami, padahal aku sudah tahu engkau sakit apa. itulah penyesalan terbesarku padamu sobat.

Karena kebodohan dan ketidak tahuanku secara menyeluruh mengenai deritamu, saat itu kuputuskan untuk tidak berhubungan dengan dirimu lagi, jujur aku takut dengan penyakit itu, aku ngeri sobat. penyesalan terbesarku saat ini adalah aku tidak dapat memberikan semangat dan dukungan padamu saat itu, andai saja waktu dapat kuputar kembali maka sungguh akan aku luangkan waktuku seluruhnya untukmu.

Rasa bersalah menggelayutiku, sampai saat ini aku tidak sanggup tuk’ mengatakan maaf pada orang tuamu. saat ini istrimu sudah menikah dengan orang lain dan sudah dikaruniai anak, sungguh sobat engkau masih lebih baik walau hanya 1 tahun menikah, yang jelas engkau telah pernah memiliki rasa bertanggung jawab dan berani tuk’ berumah tangga.

Semoga engkau damai disana, dari sobatmu iwan sugiarto.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: